Young Marriage Possible

Pernikahan adalah pengikatan janji antara pasangan untuk menghabiskan waktu bersama selamanya, jadi sebelum Anda memutuskan untuk melanjutkan hubungan dengan pasangan ke jenjang pernikahan, Anda harus sudah memikirkan rencana masa depan dengan baik dan matang.

Di Era millennial ini, banyak sekali pasangan yang memutuskan untuk menikah pada usia 20-an. Berencana untuk membangun keluarga baru di usia muda dengan pasangan Anda tidaklah mudah, ada banyak yang beranggapan bahwa pasangan yang menikah muda belum mampu dalam hal psikologi maupun financial, belum lagi adanya stigma sosial dari masyarakat yang menyatakan bahwa menikah muda bisa jadi dikarenakan MBA (Married by Accident).

Jadi, jika Anda dan pasangan sedang berencana untuk menikah di usia muda atau mungkin penasaran dengan sensasi hubungan keluarga seperti “anak rasa adik”? Berikut ini adalah kelebihan/benefit dari nikah muda itu sendiri, antara lain:

Masih Energetic
Salah satu benefit dalam menikah di usia muda adalah Anda dan pasangan masih dalam kondisi fisik yang Fit/Energetic. Dan pada usia antara 20 – 30 tahun adalah usia ideal wanita untuk mempunyai anak yang sehat.

640

Menghemat Uang
Menghemat uang adalah benefit kedua dalam menikah muda. Banyak orang yang beranggapan bahwa pasangan menikah muda akan mengalami kesulitan dalam financial. Eits, jangan salah! Pasangan menikah muda justru dapat menghemat uang loh. Ada banyak hal yang bisa kalian bagi bersama misalnya seperti tinggal bersama dalam satu rumah, maka kalian bisa saling menutupi biaya-biaya pengeluaran. Share food, tanpa disadari ini akan sangat membantu kalian dalam berhemat! Selain itu, berbagi makanan juga hal yang bisa dilakukan untuk memanjakan pasangan. Selain itu kalian bisa menjalankan karir masing-masing yang sangat membantu dalam kondisi finasial.

Masa Honeymoon bisa lebih “Greget”
Saat menikah usia muda, Anda dan pasangan masih bisa menikmati moment “honeymoon” yang lebih Greget lagi. Karena Anda dan pasangan masih bisa mempunyai banyak waktu dan kesehatan dalam perencanaan untuk memiliki anak.

ANAK “RASA” ADIK!
Umur anak dan umur orang tua tidak terlalu jauh. Saat Anda lagi jalan-jalan dengan anak mu di mall, tiba-tiba disapa oleh teman “Eh Itu Adik/ Kakak mu ya” . Gimana rasanya? Punya anak “rasa” adik, jadi penasaran menikah di usia muda?

Jadi, kesimpulannya adalah untuk memulai membangun satu keluarga dengan pasangan mu, harus siapkan mental yang kuat untuk memikul semua tanggung jawab yang ada. Selain itu, semakin kurangnya waktu Anda untuk berkumpul bersama teman-teman.
Anda pasangan mu harus memiliki visi yang kuat dalam membangun keluarga